Selasa, 27 April 2021

" Elemen Jurnalisme menurut Bill Kovach dan Tom Rosenstiel "




a. 9 Elemen Jurnalisme
 Kode etik jurnalistik secara secara universal tercantum dalam 9 Elemen Jurnalisme yang dikemukakan Bill Kovach dan Tom Rosenstiel (2001) dalam The ElementsofJournalism, WhatNewspeopleShouldKnowandthePublicShouldExpect (New York: CrownPublishers, 2001) sebagai berikut:
1. Kewajiban pertama junalisme adalah kebenaran
 Yang perlu kamu ingat adalah fakta tidak sama dengan kebenaran. Dengan memaparkan fakta-fakta yang diperoleh dari lapangan lalu menyusunnya menjadi sebuah berita, berita tersebut akan menguak kebenaran dengan sendirinya.
2. Loyalitas pertama jurnalisme adalah kepada masyarakat
 Salah satu komitmen yang harus dipegang teguh seorang jurnalis adalah tidak boleh berpihak kepada siapapun (netral), baik itu penguasa maupun pemilik media..
3. Inti jurnalisme adalah disiplin dalam melakukan verifikasi
 Jurnalisme itu berbeda dengan propaganda, fiksi, maupun hiburan. Yang membedakan hal tersebut terletak pada verifikasi informasi. Verifikasi data ini bisa dalam metode mewawancarai berbagai macam sumber agar tidak hanya melihat dari dua sudut pandang saja, tapi dari seluruh sudut pandang.
4. Jurnalis harus menjaga independensi dari sumber yang diliput
 Seorang jurnalis harus mengetahui bahwa independensi tidak sama dengan bersikap netral. Dalam menulis tajuk misalnya, pemimpin redaksi harus bersikap independen di mana tulisannya tersebut harus berdasarkan pemikirannya sendiri (tidak memihak pada pihak siapapun).
5. Menjalankan kewajiban sebagai pengawas yang independen terhadap kekuasaan
 Dalam hal ini berbentuk pemerintahan atau lembaga besar. Karena adanya jarak antara yang berkuasa dengan yang lemah itulah peran jurnalis diperlukan sebagai “penyambung lidah masyarakat”
6. Menyediakan forum bagi masyarakat untuk saling kritik dan berkompromi
 Hal ini dapat mengajarkan masyarakat untuk bersikap kritis terhadap informasi yang diberikan. Apapun yang diberikan oleh media bisa menjadi bahan untuk diskusi dan agar masyarakat dapat mengambil sikap pada suatu permasalahan.
7. Berjuang untuk membuat hal yang penting menjadi menarik dan relevan
 Agar membuat masyarakat tertarik dengan berita yang diangkat, jurnalis harus pintar dalam mengemas fakta yang dimiliki agar menarik tapi tetap relevan.
8. Membuat berita tetap komprehensif dan proporsional
 Berita yang proporsional dan komprehensif dapat dilihat dari bagaimana seorang jurnalis mengemas fakta-fakta yang dimilikinya dan tetap bisa menuliskannya menjadi satu tulisan yang utuh. Jurnalis yang baik tidak akan menambahkan fakta yang tidak ada.
9. Tetap berkewajiban untuk mendengarkan hati nurani
 Setiap jurnalis, baik dari jurnalis junior hingga pimpinannya harus memiliki kompas moral (compass moral), yaitu memiliki etika dan tanggung jawab.
Referensi & Sumber :
http://repository.uinjambi.ac.id 

Jumat, 02 April 2021

Review Film Jurnalistik "Jakarta Undercover"

Jakarta Undercover menceritakan sisi gelap kota Jakarta yang tidak terlihat oleh orang biasa. Di balik gemerlapnya lampu-lampu yang menghiasi disetiap sisi sudut Ibu Kota yang  miliki cerita yang tertutup rapat.

Jakarta Undercover mengisahkan perjalanan seorang jurnalis bertama Pras (Oka Antara) yang ingin hidupnya miliki signifikansi. Ia ingin menjadi jurnalis handal dan juga seseorang yang bisa berguna bagi orang lain. Di tengah kebingungannya, ia pun bertemu Awink (Ganindra Bimo) dan Laura (Tiara Eve) .

Awink sendiri berperan sebagai pembuka gerbang Pras untuk menikmati dunia bawah tanah Jakarta. Lewat dirinya, Pras berkenalan dengan The King of Party di Ibu Kota, Yoga (Baim Wong).

Berteman dengan Yoga, Pras jadi mengetahui tentang Jakarta yang tak pernah dia lihat. Dekat dengan Yoga membuat Pras mengetahui bahwa Jakarta lebih dari apa yang ia kira. Di sinilah Pras mengalami pergulatan batin. Antara Memilih persahabatan atau tetap membuat dirinya menjadi signifikan karena ingin menuliskan kisah gelap Jakarta di Ibu Kota pada majalah tempatnya bekerja.
....
Sisi positif dari film ini adalah akting para pemerannya. Oka Antara dan Baim Wong terlihat total di film ini. Namun, penampilan yang paling menarik perhatian adalah Awing yang diperankan Ganindra Bimo. Memerankan pria yang feminin, Ganindra begitu mendalami peran ini. Film ini bahkan seolah terselamatkan oleh setiap kemunculannya yang sukses membuat penonton tertawa.
Referensi: https://id.bookmyshow.com/blog-hiburan/2017/02/22/jakarta-undercover-2017-film-tentang-kehidupan-seksual-jakarta-yang-tidak-seksi/

Guru Kreatif & Inovatif Era Digital Sebagai Pondasi Utama Menciptakan Generasi Milenial Yang Tangguh

Arus globalisasi pada era saat ini makin hari makin terasa sangat deras. Kemudahan teknologi saat ini bukan halangan lagi bagi generasi muda...